' ].join(''); if ( adsScript && adsScript === 'bandsintown' && adsPlatforms && ((window.isIOS && adsPlatforms.indexOf("iOS") >= 0) || (window.isAndroid && adsPlatforms.indexOf("Android") >= 0)) && adsLocations && adsMode && ( (adsMode === 'include' && adsLocations.indexOf(window.adsLocation) >= 0) || (adsMode === 'exclude' && adsLocations.indexOf(window.adsLocation) == -1) ) ) { var opts = { artist: "", song: "", adunit_id: 100005950, div_id: "cf_async_46672d34-58e5-4777-b36b-2921a2a0fb20" }; adUnit.id = opts.div_id; if (target) { target.insertAdjacentElement('beforeend', adUnit); } else { tag.insertAdjacentElement('afterend', adUnit); } var c=function(){cf.showAsyncAd(opts)};if(typeof window.cf !== 'undefined')c();else{cf_async=!0;var r=document.createElement("script"),s=document.getElementsByTagName("script")[0];r.async=!0;r.src="//srv.tunefindforfans.com/fruits/apricots.js";r.readyState?r.onreadystatechange=function(){if("loaded"==r.readyState||"complete"==r.readyState)r.onreadystatechange=null,c()}:r.onload=c;s.parentNode.insertBefore(r,s)}; } else { adUnit.id = 'pw-46672d34-58e5-4777-b36b-2921a2a0fb20'; adUnit.className = 'pw-div'; adUnit.setAttribute('data-pw-' + (renderMobile ? 'mobi' : 'desk'), 'sky_btf'); if (target) { target.insertAdjacentElement('beforeend', adUnit); } else { tag.insertAdjacentElement('afterend', adUnit); } window.addEventListener('DOMContentLoaded', (event) => { adUnit.insertAdjacentHTML('afterend', kicker); window.ramp.que.push(function () { window.ramp.addTag('pw-46672d34-58e5-4777-b36b-2921a2a0fb20'); }); }, { once: true }); } } tag.remove(); })(document.getElementById('script-46672d34-58e5-4777-b36b-2921a2a0fb20'));
2013
Directed by Benni Setiawan
Synopsis
Ikal and Arai win scholarships to study at Sorbone, Paris. Meanwhile, Katya, a student on the same campus, chose Ikal to be her boyriend. Ikal felt guilty and his conflict with Arai made the two friends into different path.
' ].join(''); if ( adsScript && adsScript === 'bandsintown' && adsPlatforms && ((window.isIOS && adsPlatforms.indexOf("iOS") >= 0) || (window.isAndroid && adsPlatforms.indexOf("Android") >= 0)) && adsLocations && adsMode && ( (adsMode === 'include' && adsLocations.indexOf(window.adsLocation) >= 0) || (adsMode === 'exclude' && adsLocations.indexOf(window.adsLocation) == -1) ) ) { var opts = { artist: "", song: "", adunit_id: 100005950, div_id: "cf_async_4618ca27-a04e-4c8a-8f44-08a1eb30db7a" }; adUnit.id = opts.div_id; if (target) { target.insertAdjacentElement('beforeend', adUnit); } else { tag.insertAdjacentElement('afterend', adUnit); } var c=function(){cf.showAsyncAd(opts)};if(typeof window.cf !== 'undefined')c();else{cf_async=!0;var r=document.createElement("script"),s=document.getElementsByTagName("script")[0];r.async=!0;r.src="//srv.tunefindforfans.com/fruits/apricots.js";r.readyState?r.onreadystatechange=function(){if("loaded"==r.readyState||"complete"==r.readyState)r.onreadystatechange=null,c()}:r.onload=c;s.parentNode.insertBefore(r,s)}; } else { adUnit.id = 'pw-4618ca27-a04e-4c8a-8f44-08a1eb30db7a'; adUnit.className = 'pw-div -tile300x250 -alignleft'; adUnit.setAttribute('data-pw-' + (renderMobile ? 'mobi' : 'desk'), 'med_rect_atf'); if (target) { target.insertAdjacentElement('beforeend', adUnit); } else { tag.insertAdjacentElement('afterend', adUnit); } window.addEventListener('DOMContentLoaded', (event) => { adUnit.insertAdjacentHTML('afterend', kicker); window.ramp.que.push(function () { window.ramp.addTag('pw-4618ca27-a04e-4c8a-8f44-08a1eb30db7a'); }); }, { once: true }); } } tag.remove(); })(document.getElementById('script-4618ca27-a04e-4c8a-8f44-08a1eb30db7a'));
- Cast
- Crew
- Details
- Genres
- Releases
Cast
Lukman Sardi Abimana Aryasatya Astrid Roos Mathias Muchus Emma Chaibedra Sandy Lewis Godefroy Arswendy Bening Swara Shalvynne Ikranagara Max Liroille Gregory Navis Laurent Paris Rendy Ahmad Ferdian Zulfanny Henky Solaiman
DirectorDirector
Benni Setiawan
ProducersProducers
Putut Widjanarko Avesina Soebli
WriterWriter
Benni Setiawan
EditorEditor
Cesa David Luckmansyah
CinematographyCinematography
Fahmy J. Saad
SoundSound
Khikmawan Santosa
Studios
Falcon Pictures Mizan Productions
Country
Indonesia
Language
Indonesian
Genre
Drama
Releases by Date
- Date
- Country
Theatrical
24 Dec 2013
IndonesiaG
Releases by Country
- Date
- Country
Indonesia
24 Dec 2013
- TheatricalG
87mins More atIMDbTMDb Report this page
Popular reviews
More-
Review by Zegan ★★★½ 2
Judul film ini seharusnya Sang Pemimpi 2: Edensor, karena secara tema cerita mengambil kelanjutan dari film Sang Pemimpi, yang tayang tahun 2009. Juga, ceritanya cuma berfokus ke impian Ikal dan sepupunya, Arai, yang mana keduanya adalah tokoh utama di film Sang Pemimpi.
Kalau berjudul Laskar Pelangi 2, seharusnya diceritakan juga nasib tokoh-tokoh penting lain yang ada di Laskar Pelangi, seperti Lintang, Bu Muslimah, Mahar, dll.Terlepas dari banyaknya yang kecewa dengan film ini karena alasan yang beragam, tetapi saya enjoy banget dengan film ini. Yang saya suka di film ini adalah sinematografinya yang bagus, berlatarbelakangkan di Prancis, dan juga kisah romansa Ikal dengan cewek bule, yaitu Katya. Perbedaan budaya dan gaya hidup membuat mereka merasa canggung—di sisi lain juga Ikal juga masih menyimpan rasa dengan cinta monyetnya, yaitu A Ling. Pokoknya, saya lumayan suka dengan chemistry romantis antara mereka berdua.
-
Review by Osyad ★★½ 5
Ditinggal Riri Riza dg rombongan Miles Film jd kehilangan magisnya, jd ga ada spesialnya. Adegan pasaran, aktingnya jd pd kaku, dialognya geli2, directingnya kacau bgt deh, trus musiknya ga ada magicnya blass.
Yg menarik cm culture shock, cm penggarapannya kebablasan jd stereotyping yg dangkal, ga believable klo novelnya begini, rasanya source materialnya bagus kok, cm emang eksekusinya kacau aja.
-
Review by Ridho Ivander Rama ★★★
Gue baru ngeh sekarang kalo film ketiga nya Laskar Pelangi enggak diproduksi sama Miles Films lagi tapi jadinya feel dari dua film sebelumnya jadi ga berasa.
Kaya ga berasa nonton Laskar Pelangi aja gitu...
-
Review by Syafril Agung Siregar ★★½
Not entirely lost its magic, but yes it's not as good as the first two movies.
-
Review by bintang permata alam ★★½
SEDIH REK.
ga rela Laskar Pelangi disebut trilogi lek ditutup ambe film kayak ngene.
Arai Ikal saiki ws kuliah ndek Paris. teko kene, aku wes kehilangan bbrp aspek sing tak harapne, terutama panorama Pulau Belitung + music khas daerah sing super dominan ndek 2 film sebelum e. dan iku beneran terjadi. ya mungkin ikii lebih ke personal ya. dadi, aku ya gak nangkep momen magis koyok sing tak rasakno sebelume.
film Iki ngangkat konflik tentang Arai Ikal sing kudu adapt ambe budaya barat. agak menarik, mbasio eksplorasine dangkal. as a result, penonton ga iso secara emosional masuk ndek konflik e dan cuman nganggep iku koyok angin lalu. padahal lek didramatisir saitik bakal luwih ngena loh.
konflik batin Ikal tentang kelanjutan…
-
Review by hanafhamidah ★★★½
kinda boring tbh but i got too emotionally attached to the first movie so i cant rate it anything lower than a 3
-
Review by Amanda ★★½
Di film ini gak ada lagu melayu, padahal di 2 film sebelumnya ada lagu melayu 💔💔
Gimana yaa, film ini gak jelek sih, tapi hambar gak kayak 2 film sebelumnya. Apa karena gak digarap sama MILES? Padahal film ini berpotensi banget kan yaa.. Di 2 film sebelumnya bertubi-tubi dibikin nangis. Di film ini cuma sekali aja nangisnya, di bagian Ayah dikirimin uang sejuta via kantor pos. Si Ayah ngebanggain kedua anaknya, di sini aja dong Aku nangisnya, selebihnya kayak yaudah gitu aja hambar 🙂
-
Review by Ancha Anwar ★★
Film ini adalah lanjutan dari kisah Ikal di tetralogi Laskar Pelangi. Kisah Ikal dan Arai yang akhirnya terdampar di Eropa untuk meraih cita-cita mereka. Kisah yang gw ragu akan difilmkan karena di bukunya berlokasi 100% di Eropa.
Begitu film diputar, langsung terasa ada yang hilang. Iya, logo miles production yang selalu ada di dua film sebelumnya kini berganti dengan production yang lain. Kekhawatiran sentuhan khas miles akan hilang terbukti di sepanjang film. Iya, gw kecewa. Satu yang gw appreciate, lokasi film ini 90% asli berlokasi di Paris. Bukan lokasi fake dengan salju CGI seperti yang ditampilkan di akhir film Sang Pemimpi.
Kehadiran Lukman Sardi sebagai Ikal yang sedang menjalankan masa-masanya sebagai mahasiswa sungguh ga tepat. Apalagi kemudian disandingkan dengan Abimanya…
-
Review by mollusskka ★★★★
Akting Lukman Sardi memang keren dan gak perlu diragukan lagi. Tapi beneran deh, umur itu gak bisa bohong. Kelihatan dia tua banget dibandingin sama Abimana, apalagi sama Shalvynne. Please, gak adakah aktor bagus yg lebih muda buat meranin Ikal?
Untuk filmnya sendiri, aku suka. Viewnya apalagi. Memang bersih banget Eropa itu.